Jul 24

ALERGI (Anak Alam Lentera Negeri)

Hallo guys, apa kabar semuaaa? Gimana liburannya? Menyenangkan? Atau membosankan?  Semoga  menyenangkan ya heheheeee…

Oiyaaa kembali lagi nih dengan kami anak IKAHIMKI yang cetar membahana heboh dengan proker yang namanya i-news. Yup, kalian masih inget kan sama proper kita yang satu ini… yang mengekspos berita-berita tentang kegiatan IKAHIMKI. Nah disini kita akan berbagi cerita nih mengenai agenda kita kemarin. Apa sih agenda kita kemarin? Okee langsung ajaa baca sampe akhir yaa, lets check this out…

Ramadhan kemarin tepatnya pada hari Senin, 21 Mei 2018, kami anak gabungan HMK Malang Raya (HMK UB, HMK Oksigen, HIMASKA Helium) ngadain buka bersama dan bakti sosial dengan anak alam yang ada di dusun Gunung Kunci, desa Jabung. Nah persiapannya diawali dari HMK masing-masing guys, jadi kita persiapan mulai pukul 14.00 kemudian kita berangkat pukul 16.00 dan tiba disana sekitar pukul 17.15 karena kita terkendala macet guys, kurang lebih kalau arusnya normal 43 menit bisa sampe sana hehe. Sampe disana kita langsung persiapan buka bersama di gubuk baca lentera negeri dan kita buka bareng bersama mereka guys.

Apa sih anak alam itu? Dan apa sih gubuk baca itu??

Jadi gini guys, komunitas anak alam terbentuk atas dasar minimnya pendidikan di desanya, tepatnya di Dusun Gunung Kunci, Jabung. Lokasinya jauh dari hiruk pikuk kota dan banyak generasi yang belum memiliki kecakapan membaca. Bahkan anak kelas V SD pun belum bisa baca tulis dengan benar. Sosok Fachrul Alamsyah, salah satunya. Dia adalah guru kelas V di MI tersebut. Kang Irul sapaan akrabnya, beserta salah satu tokoh di Yayasan MI mendirikan gubuk yang terbuat dari kayu sebagai kelas. Nah gubuk itu dinamakan gubuk baca berukuran sekitar 2 x 6 meter yang dilengkapi beragam ornamen dan hiasan, mulai kertas origami, aneka kerajinan bekas botol plastik hingga topeng karakter panji khas Malang berbahan kertas menempel di dinding serta sebuah rak buku yang menyimpan sekitar 200 buku. Awalnya fungsi gubuk itu sebagai surau (masjid) untuk mengaji anak-anak di sore hari. Sedangkan dipagi hingga siang hari gubuk ini tidak terpakai. Jadi dipagi hari bisa dimanfaatkan sebagai ruang kelas. Kemudian pada siang hingga sore hari digunakan sebagai tempat aktivitas membaca.

Gubuk baca itu dibangun oleh para pemuda desa secara bergotong rotong. Sekitar delapan pemuda dengan stigma negatif yang terlanjur melekat pada RT 4 RW 2 Desa Kemantren, Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pemuda setempat dikenal sebagai anak nakal, suka mabuk-mabukan, tawuran dan pada sekujur tubuhnya dipenuhi tato. Bahkan sebagian pernah berurusan dengan polisi.

Aktivitas yang dilakukan Kang Irul terdengar oleh sejumlah teman-temannya. Dan pada bulan September tahun 2015, mulai banyak relawan yang mengajar, terutama dari komunitas pencinta alam Tumpang yang berjumlah sekitar 10 orang. Mereka kemudian memberi nama Gubuk Baca Lentera Negeri. Tugas mereka adalah mendorong anak-anak dusun tersebut untuk gemar membaca.

Menurut Ila (wakil ketua HMK Oksigen 2018) keadaan gubuk baca saat ini jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya karena saat ini sudah cukup terorganisir dan ada beberapa organisasi yang turut membantu untuk memajukan desa tersebut, seperti adanya bakti sosial dan beberapa penyuluhan. Untuk kedepannya gabungan 3 HMK Malan Raya agar tetap solid dan terus membantu kemajuan desa Jabung, setidaknya mengunjungi desa Jabung dengan beberapa agenda yang dapat memberika inspirasi anak-anak yang masih tertinggal.

Nah itu dia guys, udah tau kan yang namanya anak alam atau sekolah alam maupun gubuk baca. Jadi kita sebagai orang muslim, hendaknya berupaya untuk membantu muslim lainnya. Membantu bisa dengan ilmu, harta, bimbingan, nasehat, saran yang baik, dengan tenaga dan lainnya. Seorang muslim hendaknya berupaya menghilangkan kesulitan atau penderitaan muslim lainnya. Bila seorang muslim membantu muslim lainnya dengan ikhlas, maka Allâh Azza wa Jalla akan memberikan balasan terbaik yaitu dilepaskan dari kesulitan terbesar dan terberat yaitu kesulitan pada hari Kiamat. Oleh karena itu, seorang Muslim mestinya tidak bosan membantu sesama Muslim. Semoga Allâh Azza wa Jalla akan menghilangkan kesulitan kita pada hari Kiamat.

Sekian dulu guys, tunggu i-news lain yaaaaa. Semoga bermanfaat, semangat liburannya dan jangan lupa buah tangannya saat balik kampus. See you i-news selanjutnya yang pembahasannya makin keren dan makin kece, byee byee…

– dwr –

Note : (Cek: https://komunita.id/?p=29751)

Jun 04

Hari – Hari Penuh Maghfiroh

 

Terasa kita telah melewati Ramadhan hingga hari ke 20. Seperti yang kita bahas sebelumnya jika Allah melimpahkan segala rizki, rahmat, serta ampunan kepada hambanya yang melakukan kebaikan juga ibadah. Dan 10 hari pertengahan ini merupakan bulan yang penuh maghfiroh. Dan berikut pemaparannya:
Pada hari ke – 11 bulan Ramadhan Allah SWT mencatat amalan yang dilakukan manusia pada hari itu dengan pahala seperti pahala empat kali orang yang haji dan umrah, dengan setiap yang berhaji bersama seorang Nabi, dan setiap yang umrah bersama orang yang syahid.
Pada hari ke – 12 Allah SWT menjadikan keimanan yang dapat merubah keburukan-keburukan menjadi kebaikan-kebaikan yang berlipat-ganda, dan mencatat setiap kebaikan sebagai seribu kebaikan bagi hambanya yang mau melaksanakan puasa serta amalan baik pada hari itu. Segala puji bagi Allah.
Pada hari ke-13 Allah mencatat pahala seperti pahala ibadah penduduk di Kota Mekkah dan Madinah, dan Allah memberi syafaat berupa bebatuan dan bongkahan tanah liat yang ada di antara Mekkah dan Madinah. Maksudnya adalah Allah memberikan syafaat sangat besar.
Pada hari ke-14 Allah memberikan maghfiroh seperti bertemu dengan Nabi Adam,Nuh,Ibrahim,Musa,Daud,dan Sulaiman dan seperti beribadah kepada Allah bersama setiap Nabi selama dua ratus tahun. Sungguh hal ini yang diinginkan setiap umat muslim.
Pada hari ke-15 Allah SWT menunaikan untuk orang – orang yang beribadah pada hari itu hajat-hajat dunia dan akhirat, memberinya apa yang diberikan kepada Nabi Ayyub; serta para malaikat pemikul Arasy memohonkan ampunan untuknya, dan pada hari kiamat Allah akan memberi empat puluh cahaya, sepuluh cahaya dari sebelah kanan dan sepuluh dari sebelah kirinya kemudian sepuluh dari depan, dan sepuluh cahaya sisanya dari belakang. Maka pada hari kiamat orang – orang tersebut mendaoatkan jalan yang baik dari Allah.
Pada hari ke -16 Allah SWT memberi enam puluh pakaian untuk dipakai, enam puluh onta untuk dikendarai, dan Allah swt mengirimkan awan untuk menaungi dari sengatan panas pada hari kebangkitan. Subhanallah. Segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmatnya.
Pada hari ke-17 Allah SWT mengatakan: sungguh Aku telah mengampuni mereka dan bapak-bapak mereka, Aku akan lindungi mereka dari azab hari kiamat.
Pada hari ke-18 puasa ramadhan, Allah SWT memerintahkan para malaikat agar memohonkan ampunan untuk umat Nabi Muhammad SAW sampai tahun selanjutnya dan Allah SWT memberikan pahala para syuhada.
Pada hari ke-19 Semua malaikat akan meminta izin kepada Allah agar daoat berziarah ke makam hambanya yang senantiasa sewaktu hidupnya berpuasa pada hari ini dan membawakan hadiah.
Pada hari ke-20 Allah akan memberikan banyak syafaat bagi hambanya. Salah satunya menjauhkan hambanya dari setan dan memberikan jarak yang cukup besar antara hambanya dan neraka.
Dalam hadist Salman Al – Farisi ia menceritakan bahwa Rosulullah SAW pernah berkhutbah saat menjelang Ramadhan. Di daam khutbah tersebut Rasulullah bersabda :
Karena ini merupakan fase dimana Allah memberikan maghfiroh pada umatnya, maka beruntunglah orang – orang yang senantiasa beribadah seperti tadarus, membaca qur’an, sholat malam dan masih banyak lagi serta memohon ampunan dengan ikhlas. Dan rugilah orang – orang yang menyia – nyiakan waktu ini untuk hal – hal duniawi semata.

Sumber : Kitab Fadhail Al – Asyhur Ats Tsalatsah.

Oleh : Elza Nurhidayati