Pemanfaatan Daun Mimba Menjadi Pestisida Nabati Yang Lebih Ramah Lingkungan dan Aman Bagi Makhluk Hidup

Please log in or register to like posts.
News

Halo sobat kimia, mungkin ada salah satu atau lebih dari yang mempunyai hobi bercocok tanam, pastinya anda akan memberikan pestisida terbaik untuk tanaman anda agar tetap subur dan tumbuh dengan baik. Pestisida merupakan bahan atau zat kimia yang berguna untuk mengendalikan populasi hama yang menyerang pada tumbuhan. Saat ini pestisida sudah tidak asing lagi bagi masyarakat terutama di kalangan petani. Terutama yakni pestisida sintetis yang banyak sekali digemari di kalangan petani karena mudah didapatkan serta mudah dalam penggunaannya. Penggunaan pestisida sintetis merupakan salah satu cara untuk mengamankan produksi pertanian dunia secara ekonomis, karena pestisida sintetis memiliki keunggulan komparatif seperti efektif membunuh hama, praktis dan penggunaannya cukup mudah. Pestisida sintetis merupakan bahan beracun yang digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti serangga, gulma, patogen dan jasad pengganggu lainnya. Namun, dalam perkembangan selanjutnya. Penggunaan pestisida sintetis (kimia) menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan sebagai berikut, dapat meracuni manusia dan hewan domestik, meracuni organisme yang berguna, misalnya musuh alami hama, lebah dan serangga yang membantu penyerbukan, satwa liar yang mendukung fungsi kelestarian alam, mencemari lingkungan dengan segala akibatnya, termasuk residu pestisida, menimbulkan strain hama baru yang resisten terhadap pestisida., menimbulkan terjadinya resurgensi hama atau peristiwa meningkatnya populasi hama setelah diperlakukan dengan pestisida tertentu, menyebabkan terjadinya ledakan hama sekuler dan hama potensial, memerlukan biaya yang mahal karena sifatnya ketergantungan keberhasilan budidaya tanaman pada pestisida.

Mengatasi dampak negatif penggunaan pestisida kimia, kita dapat menggunakan pestisida alami atau bahan-bahan nabati. Seperti yang telah kita ketahui Indonesia cukup kaya akan potensi tanaman penghasil racun untuk memberantas organisme pengganggu tanaman. Pemanfaatan potensi tersebut dapat diwujudkan melalui teknologi tradisional maupun teknologi modern. Salah satu alternatif pengembangan pertanian berwawasan lingkungan adalah dengan menggunakan tanaman tanaman penghasil pestisida alami, misalnya tanaman mimba (Azadirachta IndicA.Juss). Bagian tanaman mimba yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah daun dan bijinya. Pestisida asal mimba mempunyai tingkat efektifitas yang tinggi dan berdampak spesifik terhadap organisme pengganggu. Selain bersifat sebagai insektisida, mimba juga memiliki sifat sebagai fungisida, virusida, nematisida, bakterisida, maupun akarisida. Bahan aktif mimba juga tidak berbahaya bagi manusia dan hewan. Selain itu, residunya mudah terurai menjadi senyawa yang tidak beracun sehingga aman atau ramah bagi lingkungan.

Bagaimana pembuatan pestisida dari tanaman mimba?

Pestisida mimba dapat dibuat dengan menggunakan teknologi tinggi dan dikerjakan dalam skala industri. Namun, dapat pula dibuat dengan menggunakan teknologi sederhana oleh kelompok tani atau perorangan. Pestisida mimba yang dibuat secara sederhana dapat berupa larutan atau hasil perasan, perendaman, ekstrak, dan rebusan. Apabila dibandingkan dengan pestisida kimia, penggunaan pestisida mimba relatif lebih murah dan aman bagi makhluk hidup dan ramah lingkungan. Langkah pertama yang dilakukan yaitu dengan membuat ekstrak mimba.

Cara pembuatan ekstrak mimba yaitu dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat pestisida mamba. Daun mamba dijemur di tempat yang teduh agar kadar airnya berkurang dan daun tidak terbakar sinar matahari secara langsung, ini bertujuan untuk mendapatkan hasil timbangan yang murni massa daun tetapi kesegarannya masih terjaga. Setelah daun mimba benar-benar kering, daun di potong-potong dengan pisau agar saat proses penghalusan lebih cepat setelah itu daun mimba ditimbang sesuai kebutuhan. Setelah ditimbang seberat 5 kg, daun dimasukkan kedalam blender dicampur 5 ml tween dan 5 liter aquades atau menurut kebutuhan. Setelah diperoleh campuran daun mimba yang sudah halus, campuran tersebut dimasukkan ke dalam timba lalu ditutup rapat. Langkah ini merupakan proses fermentasi yang dilakukan selama 3-4 hari. Tujuannya adalah agar zat-zat yang terdapat dalam daun mimba dapat larut dan bercampur dengan aquades sehingga hasil perasannya nanti diharapkan mengandung zat-zat aktif mimba semaksimal mungkin. Setelah campuran difermentasi. Hasil fermentasi tersebut diperas menggunakan kain blacu untuk mendapatkan ekstrak daun mimba yang akan dijadikan pestisida. Untuk mengetahui konsentrasinya digunakan refraktometer. Perasan tersebut dicampur dengan aquades untuk membuat pestisida mimba yang memiliki konsentrasi yang berbeda. Masing-masing konsentrasi dimasukan ke dalam hand sprayer dan diberi label tingkat konsentrasinya agar tidak keliru. Pestisida pun siap diaplikasikan ke tanaman.

Apa manfaat daun mimba sebagai pestisida alami?

Masyarakat Indonesia belum banyak yang mengetahui bahwa daun mimba bisa dimanfaatkan sebagai pestisida alami. Masyarakat lebih mengenal mimba sebagai daun yang biasa dimanfaatkan sebagai obat kudis atau bahan campuran jamu. Beberapa manfaat dan keunggulan pestisida alami, antara lain:

– Mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan).
– Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
– Dapat membunuh hama/penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb.
– Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran ayam.
– Bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri.
– Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis/kimiawi.
– Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintetis. Penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati.
– Tidak menimbulkan kekebalan pada serangga.
– Pestisida nabati untuk mengendalikan hama belalang, wereng coklat, walang sangit, kutu, ulat, aphid, dan thrips pada sayuran dan tanaman lainnya.

 

Nah seperti yang tertera di atas, kita lebih baik menyudahi penggunaan pestisida kimia dan mulai beralih menggunakan pestisida alami dari daun mimba yang terbukti lebih efektif untuk melindungi tanaman dari hewan pengganggu seperti ulat dan belalang, serta tidak berdampak negatif atau aman bagi makhluk hidup dan juga ramah lingkungan. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pestisida mimba cukup mudah didapat dan harganya relatif murah, proses pembuatan pestisida mimba cukup sederhana dan mudah diterapkan, keefektifan ekstrak daun mimba diperoleh saat konsentrasinya dari 25%-100%, sebaiknya para petani mulai beralih dalam penggunaan pestisida dari pestisida sintetis ke pestisida alami seperti pestisida mimba. Karena selain cara pembuatannya mudah, alat dan bahan yang dibutuhkan relatif murah, sehingga lebih hemat biaya. Hasil pertanian yang dihasilkan juga aman dikonsumsi karena sifat pestisida mimba yang aman dan ramah lingkungan. Jika petani mulai beralih menggunakan pestisida alami khususnya pestisida mimba, maka pencemaran lingkungan akibat pestisida dapat diminimalisir.

Karya: Fitria Amalia Putri

 

 

Referensi
Sastrodiharjo, Soelaksono. 1993. Pemanfaatan dan Penyediaan Pestisida Botani dalam Rangka Efisiensi Agro-Input di Perkebunan Rakyat. PAU Ilmu Hayati, ITB: Bandung.
Sudarmo, Subiyakto. 2005. Pestisida Nabati Pembuatan dan pemanfaatannya. Kanisius: Yogyakarta.
Dzakiya, N. 2010. Pemanfaatan daun mimba (azadirachta indica Juss) Sebagai pestisida alami yang aman Bagi makhluk hidup dan ramah lingkungan. Jurnal. Malang: Universitas Negeri Malang.

Comments

comments

Nobody liked ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *